This Blog is protected by DMCA.com

6 Tips Menulis Untuk Pemula


tips menulis untuk pemula

Dulu, tulisan saya masih kaku dan jelek. Ditambah menulis hanya menggunakan satu jari, membuat tulisan jadi lama selesainya. Sudah jelek, kaku, lama lagi. Duh, ngenes amat ya? Ternyata susah sekali ya menulis itu? Pikir saya waktu itu. Ya, untuk bisa menjadi penulis dan membuat tulisan yang bagus, luwes, dan renyah tidaklah mudah. Butuh latihan serta jam terbang yang tak sedikit. Seiring berjalannya waktu, kemampuan menulis saya secara perlahan semakin membaik. Pun, semakin luwes dan renyah. Tidak kaku seperti dulu. Berhubung, ide ini bejubelan ingin keluar, ok baiklah, tak tulis saja siapa tahu bermanfaat. Setuju? Lalu bagaimana saya belajar dan melatih kemampuan menulis? Ini yang saya lakukan: 

Menulis Jangan Takut Salah dan Jelek 


Ya, sebagai pemula, kita harus membuang jauh-jauh pikiran takut salah. Sebab, hal itu hanya menghambat proses kreatif menulis. Nanti kalau salah bagaimana? Kalau jelek bagaimana? Saya takut tak ada yang membaca tulisan ini nanti. Perasaan-perasaan semacam inilah yang membuat kita jadi takut memulai. Belum apa-apa sudah down. Menyerah. Kalah sebelum berperang. Memalukan! Padahal, tak ada tulisan yang salah dan jelek. Jika ada yang tidak menyukai tulisan kita, itu hanya masalah selera. Bukan berarti tulisan itu salah dan jelek. Sama sekali bukan. 

Semua butuh proses. Tidak ujug-ujug langsung bisa. Tak ada satu penulis pun yang langsung mahir menulis. Apalagi tulisannya langsung bagus. Tidak ada. Saya berani jamin. Sama halnya tak ada bayi yang dilahirkan langsung bisa berlari. Kalau ada itu bayi ajaib namanya. Betul? So, menulislah tanpa dihantui perasaan takut dan salah. Semakin kita dihantui perasaan itu, maka kita tidak akan pernah menuliskan satu kata pun. Sebab, pikiran kita terbelenggu oleh perasaan takut dan salah. Alhasil, tak ada tulisan yang dihasilkan. Betul? 

Berlatih Menulis Pendek-Pendek 


Dulu, awal belajar menulis, menulis 300 kata saja sudah ngos-ngosan dan ngap-ngapan. Napas naik turun. Sebab, panjangnya minta ampun. Tiga ratus kata panjang? Bagi pemula terasa panjang. Bahkan, sangat panjang. Jangankan tiga ratus kata, seratus kata aja susahnya minta ampun. Kayak lari maraton sepuluh kali. Kebayang kan capeknya? 

Meski begitu, saya selalu berusaha mengasah kemampuan menulis. Ya, kita memang tak bisa menulis langsung panjang-panjang. Apalagi kalau buntu ide, isi kepala tiba-tiba kosong-melompong. Alias blank. Maka, tak ada salahnya berlatih menulis pendek-pendek. Hal ini efektif untuk mengasah keterampilan menulis. Tak perlu terlalu panjang, cukup satu paragraf, dua paragraf, atau tiga sampai empat kalimat. Seiring waktu bergulir, tanpa sadar kita bisa menulis dengan lebih panjang. Yuk coba dan buktikan! Dulu saya juga begitu, jangankan tiga ratus kata, seratus kata aja sering mentok. Kehabisan ide. Tapi kini, alhamdulillah latihan sederhana ini telah mengantarkan saya bisa menulis di koran maupun menulis buku. Tak hanya itu, saya juga bisa menulis ebook dan menjualnya di Google Play. Sesuatu yang tak terbayangkan sebelumnya. 

Berlatih Menulis Panjang 


Ya, selain berlatih menulis pendek, kita juga sesekali harus berlatih menulis panjang. Kenapa? Sebab, agar gagasan yang dituangkan bisa berkembang. Tak perlu terlalu panjang sampai beberapa halaman. Tidak perlu. Cukup, tambahkan sedikit saja. Misal, tadinya kita cuma sanggup menulis seratus kata, naik jadi dua sampai tiga ratus kata. Dari tiga ratus kata, naik lagi jadi lima ratus kata. Begitu seterusnya. 

Tak harus panjang sekian halaman. Lakukan ini minimal seminggu dua kali. Maka, lama-kelamaan ritme menulis kita akan semakin meningkat. Tak ada penulis yang awalnya langsung bagus. Tak ada. Semua berangkat dari jelek. Maka, jangan kecewa saat tulisan kita masih jelek, kita hanya butuh banyak membaca dan berlatih. Pun, jangan berkecil hati saat hanya mampu menulis pendek, ada saatnya nanti kita bisa menulis berlembar-lembar halaman. Bukan, begitu? 

Dengan berlatih menulis panjang, gagasan yang kita tulis jadi menuntut pembahasan yang lebih mendalam. Lambat laun kemampuan kita juga ikut terasah. Ini penting. Secara perlahan kita jadi mampu membahas suatu tema dengan lebih dalam. Sehingga apa yang kita tulis tidak menutupkemungkinan akan mengedukasi dan mencerahkan banyak orang. 

Berlatih Menulis Bebas (Free Writing) 


Latihan ini cukup efektif. Kita tak perlu fokus pada tema, menulis saja. Mengalir saja. Jangan takut salah. Tulis apa yang ingin ditulis. Dengan menulis bebas (free writing), kita berlatih menuangkan gaggasan. Tapi ini idenya receh gimana? Nggak papa, justru itu lebih baik. Sebelum mampu menulis ide yang kece, ada baiknya berlatih dengan ide receh. Tidak menutupkemungkinan ide yang tadinya receh bisa menjadi ide yang kece seiring kemampuan kita yang semakin meningkat. Setuju? 

So, tunggu apa lagi? 

Langsung tulis saja. Jangan dengarkan dan pikirkan omongan orang. Biarkan mereka mau bilang apa. Dibilang receh? Santuy aja! Belum tentu mereka mampu menulis. Bukan begitu? Kalau hanya fokus pada omongan dan cibiran orang terhadap tulisan kita, kita nggak bisa berkembang dan naik kelas. Justru sebaliknya, kita akan semakin terpuruk. Down dan putus asa. Alhasil, tak pernah lagi menulis. Rugi, bukan? Tak perlu buang-buang waktu dengan omongan dan cibiran orang. Anggap angin lalu. Tugas kita hanya menulis. Itu saja! 

Menulis Secara Spontanitas 


Jika ada ide lewat, tulis saja. Langsung hajar. Jangan menunda-nunda nanti keburu hilang. Sebab, ide yang sama tak datang dua kali. Kang Acil, guru menulis saya pernah berujar kurang lebih, “Tulis saja. Spontanitas. Mengalir saja.” Ya, saat menulis kita tak perlu menahannya, biarkan ia mengalir apa adanya. Tak perlu ditahan, keluarkan saja apa yang terlintas dipikiran. Buang angin (kentut) saja jika ditahan tak enak. 

Lha ini apa jadinya menulis jika ditahan? 

Sungguh tak enak. Ide-ide yang berlesatan sejak tadi memaksa ingin menyembul keluar. Sayang jika dibiarkan tanpa eksekusi. Lepaskan. Biarkan ide itu keluar. Sehingga plong. Sama seperti ide tulisan ini, sejak kemarin sudah ingin menyembul keluar. Tanpa pikir panjang, langsung hajar. Eksekusi. Berlatih menulis spontanitas sangat membantu dalam menangkap ide yang bermunculan secara mendadak. Boleh jadi, di antara ide-ide itu ada satu ide yang brilian. Pun, berlatih menulis spontanitas membuat kita tak kehilangan ide dan lebih peka jika ada ide baru muncul. 

Ubah Kalimat Biasa Menjadi Luar Biasa 


Nah, kalau ini adalah latihan menulis yang baru saya lakukan. Di sini saya belajar mengubah kalimat biasa menjadi kalimat luar biasa. Terlebih mengubahnya dalam fiksi. Latihan ini cukup membantu dan efektif untuk saya yang sedang melatih kemampuan menulis fiksi. Selain itu, latihan ini mampu membuat tulisan lebih hidup dan bernyawa. 

Contoh 1 

Kalimat biasa: 

Jika perang benar terjadi, akan berdampak pada ekonomi global. Pun, secara tidak langsung berimbas pada ekonomi dalam negeri. Sebab, kiblatnya masih di sana. 

Kalimat luar biasa. 

Dadanya berdegup kencang. Napasnya tak beraturan. Di atas kepala pemuda itu, beberapa pesawat Jet F-35A melintas. 

“Ada apa ini?!” tanya teman di sebelahnya. Wajahnya panik setengah pucat. 

Pemuda itu terdiam. Sorot matanya yang tajam, terus mengintai ke depan. 

Dari kejauhan, terdengar suara dentuman menggelegar. Orang-orang panik seraya berhamburan menyelamatkan diri. Teriak-teriakan kepanikan membahana. Pagi menjelang siang, sebuah kota di bom oleh Jet F-35A. Membuat sebagian kota itu porak-poranda. Satu-dua orang tertimpa reruntuhan bangunan. Seketika tewas. 

Contoh 2 

Kalimat biasa: 

Pagi ini perutku terasa sakit. Nyeri tak tertahankan. 

Kalimat luar biasa: 

Sudah satu jam lebih, ia keluar masuk toilet. Sesekali pemuda itu memegangi perutnya yang sakit sambil meringis. Nyeri seperti di tusuk-tusuk. 

Gimana ada bedanya? 

Semoga bermanfaat.
Toni Al-Munawwar Toni Al-Munawwar adalah seorang Penulis dan Blogger. Memulai menekuni dunia menulis dari blog pribadinya. Untuk info lebih lanjut, silakan baca halaman "Profil Penulis" yang ada dalam blog ini. Terima kasih.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "6 Tips Menulis Untuk Pemula"

Posting Komentar

Aturan Berkomentar : Harap dibaca dan perhatikan setiap aturan dengan saksama!

1.Berkomentar sesuai topik.
2. Dilarang Spam.
3. Dilarang meninggalkan link Blog/Web
4. Jangan basa-basi seperti mantab Gan, nice info, maupun sejenisnya.
5. Usahakan berkomentar yang relevan dengan topik yang di bahas.
6. Komentar yang menyisipkan link web atau blog, termasuk kategori spam dan tidak akan di approved!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel