Dari Ngeblog Bisa Nulis di Koran Sampai Nulis Buku

Dari ngeblog, saya bisa nulis di koran sampai nulis buku dan beredar di Gramedia Seluruh Indonesia.
Dok. Pribadi


Mengawali tahun baru 2019, saya ingin berbagi cerita sekaligus pengalaman menjadi Blogger. Mulai terjun ke dunia Blogging, sekitar tahun 2013 silam. Awalnya, saya tak tahu-menahu tentang dunia satu ini. Berawal, dari status Facebook seorang teman, yang menulis dalam statusnya, “Ngeblog”, saya jadi penasaran apa artinya kata tersebut. 

Akhirnya, mulai searching-searching di Google. Ternyata, ngeblog itu kegiatan menulis di blog alias Blogging. Wah, ini sungguh menarik! Maka, sejak saat itu saya mulai terjun menjadi seorang Blogger. Dulu, masih awam sekali. Mulai dari tampilan blog yang sederhana, minim pengetahuan seputar blog, sampai nggak ngerti soal koding. Ngenes banget ya? Namun, seiring berjalannya waktu, wawasan seputar Blogging menjadi bertambah, mulai paham tentang koding meskipun cuma dasarnya, serta kemampuan menulis kian meningkat. 

Ngeblog, Tempat Awal Belajar Nulis 

Ya, jauh sebelum seperti saat ini, di sinilah tempat saya belajar menuangkan ide, merangkai kata, hingga bisa menjadi sebuah tulisan yang menarik dan enak dibaca. Jika menengok ke belakang, rasanya tulisan yang dulu terlihat kaku dan butuh banyak perbaikan. Tetapi, saya tidak ingin menghapusnya atau sekadar memolesnya supaya terlihat renyah saat dibaca. Biarlah ia tetap seperti itu, menjadi kenangan sekaligus saksi bisu perjalanan saya menulis. 

Apa alasannya ngeblog? 

Sejak dulu, memang suka menuangkan ide dalam bentuk tulisan. Maka ketika tahu soal blog yang bisa dijadikan diary online, saya tak lagi pikir panjang lansung saja action. Sejak itu pula, saya lebih sering membaca artikel seputar dunia Blogging. Eh, nggak sangka lho, ternyata ngeblog juga bisa menghasilkan uang. Its, amazing! 

Pun dari situ, saya mulai mengenal tentang Google Adsense. Sekitar tiga atau empat tahun, saya baru mulai berani daftar Adesense. Sebelumnya, lebih sering menjajal jaringan iklan berbasis PPV (Pay Per View). Kenapa? Karena pengunjungnya masih sangat sedikit. Hehehe. Pertama kali daftar Adsense, langsung dapat email penolakan. Daftar lagi ditolak lagi. Begitu terus hingga puluhan kali. Duh, sedihnya! Oh, ya, waktu daftar Adsense masih pakai domain gratisan belum domain TLD seperti sekarang. Entah sudah berapa kali dapat email penolakan dari Google. Karena merasa bete dan hampir putus asa, akhirnya saya memutuskan untuk tidak mencoba daftar lagi. Memang banyak yang sukses dari Adsense, tapi tidak sedikit juga yang belum berhasil atau gagal. Nah, saya termasuk golongan yang belum berhasil. Hehehe. Beberapa bulan lalu, mencoba mengupgrade domain gratisan ke domain TLD, dan coba lagi daftar Adsense. Alhamdulillah, diterima! Rasanya senang dan bersyukur banget! 

Dari Ngeblog, Bisa Nulis di Koran 

Dari ngeblog, saya bisa nulis di koran sampai nulis buku dan beredar di Gramedia Seluruh Indonesia.
Dok. Pribadi

Kemampuan menulis yang kian meningkat, mengantarkan saya bisa menulis di media cetak alias koran. Dulu, nggak pernah kepikiran kalau saya bisa nulis di koran. Rasanya? Wah, pastinya senang dan bersyukur banget! Siapa sih yang nggak mau tulisannya mejeng di koran? Pasti semua mau, iya kan? Dengan begitu tulisan kita bisa semakin banyak dibaca orang. Keren, kan? 

Sejauh ini saya masih menulis resensi buku ketika mengirimkan tulisan ke koran. Meski hanya bisa menulis dengan satu jari, saya tetap bersyukur karena masih bisa ngeblog, menulis di koran, sampai menulis buku. Alhamdulillah, Allah telah mengantar saya hingga sejauh ini. 

Apa untungnya sih meresensi buku di koran? 

Jangan salah lho ya, dari meresensi buku di koran bisa dapat buku gratis dari penerbit, fee dari koran maupun penerbit, kenal dengan banyak penerbit, dan masih banyak lagi. Oh, ya, nggak semua koran dan penerbit itu memberi fee ya, tergantung dari kebijakan masing-masing. Selain itu, kita bisa lebih akrab dengan penulisnya. Pokoknya meresensi buku banyak untungnya deh. 

Sudah dimuat di mana saja? 

Alhamdulillah, sejauh ini sudah dimuat di Kabar Madura, Tribun Jateng, Radar Sampit, dan Kedaulatan Rakyat. Beberapa di antaranya ada di blog ini. So, kepoin ya. 

Menulis Buku dan Beredar di Gramedia Seluruh Indonesia 

Dari ngeblog, saya bisa nulis di koran sampai nulis buku dan beredar di Gramedia Seluruh Indonesia.
Dok. Pribadi

Dulu, sekadar bermimpi kalau suatu hari nanti bisa nulis buku dan mejeng di Gramedia. Nggak nyangka! Impian itu bisa jadi kenyataan. Allah memang Maha Baik. Rasanya campur aduk, antara senang, terharu, sekaligus bersyukur. Bahkan, nggak hanya mejeng di Gramedia, tetapi juga ada di seluruh Gramedia di Indonesia. Rasanya, masih kayak mimpi! Bagi orang biasa seperti saya bisa menulis buku dan beredar di seluruh Indonesia adalah prestasi yang luar biasa. Apalagi menulisnya hanya dengan satu jari. Segala yang nggak mungkin, bisa jadi mungkin dengan izin Allah. Buku itu berjudul Jangan Pernah Lelah, Allah Selalu Bersama Kita. Oh, ya buku ini masih ready stok ya, yuk hunting ke Gramedia! 



Resolusi 2019 

Awal tahun menjadi awal yang baik untuk menulis resolusi atau hal yang ingin dicapai dalam satu tahun ke depan. Terlepas dari berhasil atau tidaknya, itu urusan belakangan. Begitu juga dengan saya, ada hal-hal yang ingin saya capai tahun ini. Apa saja itu? Yuk simak! 

Terbit Buku Baru 

Dari ngeblog, saya bisa nulis di koran sampai nulis buku dan beredar di Gramedia Seluruh Indonesia.
Dok. Pribadi

Untuk awal tahun ini resolusi utama ialah terbit buku baru dan beredar di Gramedia seluruh Indonesia. Rasanya setiap ada pembaca yang suka dengan buku saya, hati ini bahagia sekali. Karena apa yang kita tulis bisa bermanfaat buat orang lain. 

Semakin Produktif Menulis 

Semoga tahun ini bisa lebih produktif menulis. Pun bisa menebar manfaat, motivasi, dan inspirasi dari menulis. Seperti yang dituturkan Imam Ghazali, “Jika kau bukan anak raja atau ulama, maka menulislah.” 

Blog Semakin Ramai Pengunjung 

Dengan semakin ramainya blog ini, tentu semakin membawa manfaat bagi banyak orang. Juga bisa menambah penghasilan. Hehehe. 

Bisa Bekerja Sama dengan Banyak Brand 

Ya, salah satu cara menambah penghasilan adalah dengan bekerja sama dengan brand. Semoga blog ini semakin dilirik brand ternama. 

Itulah hal yang paling berkesan buat saya ketika menjadi Blogger.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

8 Komentar untuk "Dari Ngeblog Bisa Nulis di Koran Sampai Nulis Buku"

  1. Mantap, pengen juga bisa nulis buku tapi sadar kemampuan belum mencukupi. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Mas, tetap semangat ! Perbanyak baca buku dan latihan nulis ya. Insya Allah, bisa nulis buku juga :)

      Hapus
  2. Keren banget nih semua diawali dari ngeblog. Saya juga sih dari awalnya nulis2 pandangan pribadi saya di blog, terus coba nulis opini ke koran, akhirnya sekarang opini saya rutin dimuat di koran.. satu nih tinggal buku aja belum, doakan saya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Mas. Wuih, mantap opnininya sudah tembus koran. Aamiin. Mudah-mudahan bisa segera menerbitkan buku ya Mas.

      Hapus
  3. Aku masih sebatas nulis buku antologi, belum sampai buku solo. Blog alhamdulillah sudah bisa dimonetize, tapi belum kepikiran untuk pasang Adsense.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berawal dari Antologi, boleh jadi bisa diminta nulis buku solo Mbak. Wah keren nih! Udah banyak brand yang mengajak kerja sama. Good job Mbak!

      Hapus
  4. seiring berjalannya waktu semua akan berkembang sesuai dengan masanya... saya sendiri menyadari hal itu...

    ingin rasanya meeksplore jenis tulisan lain,dari sekedar menulis bebas di blog, mulai mengarah ke opini ke surat kabar, atau malah cepern ke media cetak lainnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali Mas, ide yang bagus tuh Mas, tinggal banyak belajar, membaca, latihan nulis, juga riset. Tetap semangat ya!

      Hapus

Aturan Berkomentar : Harap dibaca dan perhatikan setiap aturan dengan saksama!

1.Berkomentar sesuai topik.
2. Dilarang Spam.
3. Dilarang meninggalkan link Blog/Web
4. Jangan basa-basi seperti mantab Gan, nice info, maupun sejenisnya.
5. Usahakan berkomentar yang relevan dengan topik yang di bahas.
6. Komentar yang menyisipkan link web atau blog, termasuk kategori spam dan tidak akan di approved!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel