Menemukan Definisi Pulang dan Pergi yang Sesungguhnya

Menemukan Definisi Pulang dan Pergi yang Sesungguhnya merupakan resensi atas novel Pergi karya Tere Liye terbitan Republika.
Novel Pergi
(bukurepublika.id)


Judul Buku : Pergi 

Penulis : Tere Liye 

Editor : Triana Rahmawati 

Penerbit : Republika 

Terbit : April, 2018 

Tebal : iv + 455 hal 

Isbn : 978-602-5734-05-2 



Novel Pergi merupakan sekuel dari novel sebelumnya dari Tere Liye, yakni Pulang. Jarak terbit novel ini dengan novel Pulang kurang lebih hampir tiga tahun. Di dalam novel ini, Bujang kembali dihadapkan pada sebuah pertnyaan besar, “Ke mana hendak pergi?” Pertanyaan besar ini baru akan terjawab menjelang ending cerita. 

Mari kita bernostalgia sejenak, dengan novel Pulang. Di dalam novel ini, Bujang juga harus menemukan definisi yang sesungguhnya tentang makna pulang. Dia berhasil menemukan definisi itu, bahwa hakikat pulang yang sejati adalah kembali memenuhi panggilan Tuhan (Novel Pulang-hlm 340). Itu artinya, seburuk apapun masa lalu yang dimiliki seseorang, ia tetap bisa dan berhak untuk mengubah haluan hidupnya menjadi lebih baik. Di bagian epilog, Bujang memutuskan untuk pulang kampung dan mengunjungi makam kedua orangtuanya. 

“Mamak, Bujang pulang hari ini. Tidak ke pangkuanmu, tidak lagi bisa mencium tanganmu. Anakmu pulang ke samping pusaramu, bersimpuh penuh kerinduan.” (Novel Pulang-hlm 399). 

Di dalam monolog ini, ada pesan tersirat yang ingin disampaikan oleh Tere Liye. Bahwa cepat atau lambat, manusia akan kembali pulang untuk bertemu dengan Tuhan-Nya. 

“Mamak, Bujang pulang hari ini. Tidak hanya pulang bersimpuh di pusaramu, tapi juga telah pulang kepada panggilan Tuhan. Sungguh, sejauh apa pun kehidupan menyesatkan, segelap apa pun hitamnya jalan yang kutempuh, Tuhan selalu memanggil kami untuk pulang. Anakmu telah pulang.” (Novel Pulang-hlm 400). 

Akankah Bujang juga bisa menemukan definisi pergi yang sesungguhnya? 

Lahir di pedalaman rimba Sumatera, kecil hingga besar dididik dalam lingkungan keluarga Shadow Economy, membuat dia tumbuh menjadi tukang pukul hebat dan tak terkalahkan, hingga menjadi Tauke Besar dalam keluarga tersebut. Berbinis haram adalah pekerjaan utama keluarga Shadow Economy. Pelan tapi pasti, Bujang mulai merasakan ada ruang kosong dalam dirinya yang belum terisi. Sampai pada akhirnya dia tiba pada sebuah pertanyaan, “Ke mana kita akan pergi?” 

Tentu pertanyaan tersebut tak bisa langsung dijawab begitu saja. Butuh waktu bagi Bujang untuk bisa benar-benar mengerti tentang makna pergi yang sesungguhnya. Seperti yang sudah saya katakan, Bujang baru mampu menemukan arti sejati dari definisi tersebut menjelang akhir cerita. Setelah melewati perjalanan panjang dalam kehidupannya, akhirnya dia berhasil menemukan arti sejati dari makna pergi yang ditanyakan oleh Tuanku Imam, guru mengajinya. Dia berhenti menjadi Tauke Besar Keluarga Tong dan mengangkat Basyir menjadi Tauke Besar yang baru (Novel Pergi-hal 450-451). Dia memutuskan untuk membuka lembaran hidup baru. 

Kesimpulan: 

Pulang dan pergi adalah dua hal yang berbeda. Keduanya pun selalu mengiringi langkah kehidupan setiap orang. Ada yang pulang (baca; lahir) dan ada yang pergi (baca; meninggal). Sejatinya, setiap orang memang berhak menentukan arah hidupnya masing-masing. Tetapi, ada kalahnya juga kita bisa tersesat, salah memilih jalan. Nah, di saat seperti itulah, kita harus cepat-cepat putar arah, pulang, agar tidak tersesat semakin jauh. Di dalam roda kehidupan selalu ada kebaikan dan keburukan yang menyertai. Di novel Pulang kita diajarkan untuk melupakan masa lalu yang buruk sekaligus meninggalkan setiap keburukkan yang pernah dilakukan. Kemudian melangkah pulang memenuhi panggilan Tuhan (bertobat), untuk menebus sekaligus menghapus setiap kesalahan yang sudah kadung dikerjakan. Sebelum akhirnya pulang menemui Sang Pencipta. Sebaliknya, dalam novel Pergi, secara tersirat kita diajarkan untuk meninggalkan perangai buruk di masa lalu juga terus berbenah diri agar bisa terlahir kembali sebagai ‘manusia yang baru’. Hal itulah yang kini dilakukan Bujang, dia tidak ingin kembali ke dunia hitam dan lebih memilih meninggalkan dunia itu selamanya. Dia ingin pergi jauh dari dunia itu untuk bisa menatap hidupnya yang baru.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Menemukan Definisi Pulang dan Pergi yang Sesungguhnya"

Posting Komentar

Aturan Berkomentar : Harap dibaca dan perhatikan setiap aturan dengan saksama!

1.Berkomentar sesuai topik.
2. Dilarang Spam.
3. Dilarang meninggalkan link Blog/Web
4. Jangan basa-basi seperti mantab Gan, nice info, maupun sejenisnya.
5. Usahakan berkomentar yang relevan dengan topik yang di bahas.
6. Komentar yang menyisipkan link web atau blog, termasuk kategori spam dan tidak akan di approved!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel