Agar Pekerjaan Bernilai Ibadah-Buku Kerja Itu Ibadah

Agar Pekerjaan Bernilai Ibadah merupakan resensi atas Buku Kerja Itu Ibadah karya Syamril terbitan Mizania
Hasil Scan Pribadi



Judul Buku : Kerja Itu Ibadah Agar Bahagia, Sukses, dan Berpahala

Penulis : Syamril

Penerbit : Mizania

Cetakan/Terbit : 1/Mei 2014

Tebal : 232 hal

Isbn : 978-602-1337-12-7

Bekerja merupakan rutinitas setiap orang yang telah memasuki usia produktif. Kegiatan ini pun menjadi kegiatan harian bagi sebagian besar masyarakat. Buku Kerja itu Ibadah ingin mengajak kita menjalankan perkerjaan tidak hanya sebagai aktivitas yang biasa-biasa saja. Tetapi, agar pekerjaan yang telah dilakukan itu bisa bernilai dan bermakna ibadah. Tentu, kita ingin apa yang telah dikerjakan menjadi nilai ibadah disisi Allah Swt sehingga tidak cuma gaji yang diperoleh melainkan juga pahala. Terdiri dari 50 sub judul yang terbagi dalam tiga kategori, yaitu Memaknai Kehidupan, Sukses, Bahagia, dan Mulia, dan Menggapai Bahagia Dengan Kerja Ibadah (hal 19).

Agar pekerjaan kita bisa bernilai ibadah, maka di dalam bekerja kita harus ikhlas. Tanpa adanya keikhlasan, segala yang dilakukan tak akan menghasilkan apa-apa hanya berbuah keterpaksaan. Jika terpaksa melakukan sesuatu, tentu kita tidak bisa memberikan hasil yang terbaik. Selain itu, yang didapatkan hanyalah rasa lelah. Untuk itu sang penulis menjelaskan, “Manusia bertanggung jawab kepada Allah yang telah menciptakan. Dalam bekerja pun demikian. Jika memang ada komentar atau penilaian dari orang lain yang kurang sesuai harapan, harus diterima dengan lapang dada. Tawakal kepada Allah sebagai penilai terakhir.” (hal 160)

Artinya dalam bekerja kita harus menanamkan niat yang ikhlas bahwa apa yang dikerjakan semata-mata hanya untuk ibadah. Jangan pikirkan komentar orang lain, sebab itu bisa mengganggu aktivitas kerja kita. Jika terus-menerus memikirkan pendapat orang lain, maka kita akan sulit memberikan hasil yang terbaik. Sebab, kita merasa terbebani oleh penilaian mereka, sehingga tidak fokus pada pekerjaan.

Lebih lanjut, buku ini membagi motivasi bekerja seseorang ke dalam tiga tingkat. Pertama, physical motivation, yaitu manusia bekerja untuk memenuhi kebutuhan fisiknya berupa sandang, pangan, dan papan. Kedua, social emotional, yaitu emosional berupa perasaan, pengakuan, atau eksistensi diri di dalam komunitas atau pergaulan. Dia membutuhkan pujian dan penghargaan untuk membangun positive feeling sehingga motivasinya naik. Namun, jika tidak mendapat pujian atau penghargaan, maka muncul negative feeling sehingga motivasi turun dan kinerja turun. Ketiga, self development motivation, maksudnya manusia membutuhkan pengembangan diri khususnya di aspek intelektual, profesionalitas, dan kompentensi sehingga semakin kompeten dalam bekerja. Selain itu manusia juga membutuhkan pengembangan kedewasaan berupa kematangan dan stabilitas emosi sehingga semakin bijaksana dalam kehidupan. (hal 158-159)

Kriteria selanjutnya agar berkerja bisa bernilai ibadah adalah ihsan. Seperti hadits Rasulullah Saw yang dikutip oleh buku ini, “Engkau beribadah seolah-olah melihat Allah, dan jika kamu tak bisa melihat-Nya, maka yakinlah sungguh Dia melihatmu.” (hal 171)

“Saat kerja ibadah menjadi amalan, maka yang menjadi atasan kita adalah Allah. Kita yakin bahwa Allah itu ada dan tidak hanya ada tapi juga Maha Melihat menyaksikan segala perbuatan kita. “ (hal 172)

Lebih lanjut dipaparkan, “Jika kerja ibadah menjadi amalan, bukankah Allah ada di mana-mana? Maha Melihat di mana pun kita berada? Tidak ada tempat yang tersembunyi dari penghilatan-Nya. Sehingga meskipun atasan tidak melihat saat bekerja tapi Allah yang melihat. Maka tentu kita akan bekerja sebaik mungkin sebagaimana jika bekerja disaksikan oleh atasan. Tentu tidak akan berani melakukan kecurangan, manipulasi, atau korupsi karena Allah sedang menyaksikan kita. Kita akan bekerja dengan penuh tanggung jawab, amanah, jujur, dan berusaha istikamah yang semua berlandaskan jiwa tauhid dan ikhlas. Dampaknya adalah pekerjaan kita efektif dan efesien. Efektif karena sesuai dengan standar atau bahkan melebihi standar kualitas yang ditetapkan. Efisien karena menggunakan sumber daya secara tepat guna, jauh dari pemborosan, mubazir baik dana maupun waktu.” (hal 173)

Buku ini cocok bagi pembaca yang ingin mengetahui cara agar pekerjaan bisa bernilai ibadah. Selain itu, buku ini juga membahas tentang makna kehidupan yang akan semakin menambah wawasan kita.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Agar Pekerjaan Bernilai Ibadah-Buku Kerja Itu Ibadah"

Posting Komentar

Aturan Berkomentar : Harap dibaca dan perhatikan setiap aturan dengan saksama!

1.Berkomentar sesuai topik.
2. Dilarang Spam.
3. Dilarang meninggalkan link Blog/Web
4. Jangan basa-basi seperti mantab Gan, nice info, maupun sejenisnya.
5. Usahakan berkomentar yang relevan dengan topik yang di bahas.
6. Komentar yang menyisipkan link web atau blog, termasuk kategori spam dan tidak akan di approved!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel