Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menanamkan Nilai Tolong-Menolong Pada Anak-Buku Kumpulan Cerita Islami Populer untuk Anak

Menanamkan Nilai Tolong-Menolong Pada Anak merupakan resensi atas Buku Kumpulan Cerita Islami Populer untuk Anak karya Yoli Hemdi terbitan Garamedia Pustaka Utama
Hasil Scan Pribadi



Judul Buku : Kumpulan Cerita Islami Populer untuk Anak

Penulis : Yoli Hemdi

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Terbit : 08 November 2016

Tebal : v + 191 hal

Isbn : 978-602-03-3344-1

Anak-anak merupakan generasi penerus yang sangat penting bagi keluarga, lingkungan, maupun juga bangsa. Menanamkan nilai saling tolong-menolong menjadi hal yang sangat penting. Mengingat, kelak anak-anak ini akan tumbuh dewasa dan beinteraksi dengan masyarakat luas.

Tolong-menolong memang sangat baik ditanamkan sejak dini. Supaya anak-anak bisa memiliki rasa empati dan simpati terhadap sesama. Pun mereka juga akan terbiasa ringan tangan kepada kawannya yang sedang kesulitan. Sehingga ketika sudah besar,diharapkan anak-anak ini tidak hanya memiliki kepintaran secara akademik tetapi juga kepedulian terhadap sesama. Cerita anak, menjadi sarana paling ampuh untuk memasukan nilai-nilai ini ke dalam pikiran mereka. Sebab, tidak terkesan menggurui.

Buku ini terdiri dari 40 cerita Islami yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak. Adik-adik tidak hanya mendapatkan hiburan dari suatu cerita, melainkan juga bisa menambah wawasan juga membentuk akhlak yang jauh lebih baik.

Misalnya dalam cerita berjudul, “Cintailah Orang Lain” yang tersaji dalam buku ini. Mengisahkan seorang gadis kecil bernama Farah sedang menangis akibat kehilangan sepatu. Kebetulan saat itu, ada Harum dan Rahma yang sedang berjalan untuk menuju tempat les piano mendengar tangisan Farah, lalu menghampirinya. Rupanya sepatu itu telah disembunyikan oleh teman laki-laki Farah akibatnya dia tidak bisa pulang. (hal 34)

Mendapati hal itu, Harum pun merasa iba, dan ingin menolong temannya itu. Dia pun mengajak Rahma untuk mau membantu mencari sepatu yang hilang itu. Namun di sisi lain, Rahma tampak bingung dan takut kalau nanti mereka datang terlambat ke tempat les. (hal 34-35)

Di tengah kebingunan itu, mereka terdiam sejenak. Lalu tiba-tiba Harum memberi usul kepada Rahma untuk pergi les duluan. Rahma tampat ragu, di satu sisi dia takut kena marah, tetapi di sisi lain dia juga kasihan kepada Farah. Akhirnya, dia pun memutuskan untuk membantu mencari sepatu yang hilang itu (hal 35). Setelah lama mencari, sepatu itu pun akhirnya bisa ditemukan. Farah pun pulang, dan mereka berangkat ke tempat les. Setelah sampai, mereka sudah terlambat dan kedua anak itu menceritakan apa yang sesunggunya terjadi. Setelah mendengar cerita mereka berdua, sang guru tidak marah dan menceritakan kisah di masa Rasulullah tentang mencintai orang lain. (hal 37-38)

Buku ini tidak hanya berisi kisah yang menghibur, tetapi juga diselipkan hikmah yang bisa dipetik oleh adik-adik. Bukan cuma itu, di setiap akhir cerita ada hadits yang menerangkan atau memperkuat hikmah dalam cerita. Penulis juga menambahkan kesimpulan di bagian akhir cerita sehingga adik-adik bisa lebih memahami inti dari kisah yang disajikan tersebut.

Toni Al-Munawwar
Toni Al-Munawwar Toni Al-Munawwar adalah seorang Penulis dan Blogger. Memulai menekuni dunia menulis dari blog pribadinya. Untuk info lebih lanjut, silakan baca halaman "Profil Penulis" yang ada dalam blog ini. Terima kasih.

Posting Komentar untuk "Menanamkan Nilai Tolong-Menolong Pada Anak-Buku Kumpulan Cerita Islami Populer untuk Anak"

Berlangganan via Email