Tetap Bangkit Kala Terpuruk

Tetap Bangkit Kala Terpuruk merpakan resensi atas buku Ubah Patah Hati Jadi Prestasi karya Dwi Suwiknyo
Hasil Scan Pribadi

Dwi Suwiknyo


Judul Buku : Ubah Patah Hati Jadi Prestasi

Penulis : Dwi Suwiknyo

Penerbit : Quanta

Terbit : Oktober,2016

Tebal : 266 hal

Isbn : 978-602-02-9393-6


Setiap insan pasti pernah mengalami masa-masa yang sulit bahkan terpuruk. Siapun orang itu baik kaya maupun miskin, artis ataupun rakyat jelata, pasti pernah mengalami keterpurukkan. Apa yang menyebabkan mereka terpuruk? Banyak faktor yang bisa melatarbelakanginya.

Bisa dari bisnis yang dijalani mengalami kegagalan, atau mungkin gagal masuk perguruan tinggi favorit. Intinya, seseorang itu terpuruk bilamana ia mengalami suatu kegagalan dalam hidupnya.

Dwi Suwiknyo melalui bukunya, ingin mengajak kita untuk keluar dari keterpurukkan. Karena bila terlalu lama, akan membuat hidup semakin menderita. Tentu kita tidak ingin hal ini terjadi dan terus menggerogoti hidup.

Mas Dwi memaparkan, saat mengalami keterpurukkan pilihannya hanya ada dua: terus meratapi atau bangkit. Jika terus meratapi keterpurukkan, maka kita akan tenggelam dalam kesedihan yang berkepanjangan. Tidak lagi memiliki semangat hidup. Tentu ini akan sangat merugikan diri sendiri. Lain cerita bila kita tetap bangkit saat kegagalan menghampiri, tetap memperjuangkan impian yang selama ini hanya menjadi angan-angan belaka. Hidup pun jadi lebih bermakna dan penuh warna. Sebab, kita tetap gigih mewujudkan impian. Tiada kesuksesan yang terlahir secara instan. Jadi, bangkit ketika gagal adalah solusi yang tepat untuk mengubah hidup menjadi lebih baik.

Mari kita simak kisah yang tertuang di dalam buku ini. Ada seorang pemuda yang menentukan pilihan yang sangat cedas. Ia memilih tetap bangkit daripada harus terus terpuruk. Ia lahir dari keluarga sederhana. Ibunya seorang guru dan ayahnya berjualan di pasar. Hidup keluarganya terasa makmur saat ayahnya bekerja sebagai kepala koperasi. Ia sendiri bekerja sebagai desainer amatiran yang masih menumpang hidup di rumah orangtuanya.

Hingga suatu hari kabar buruk datang melanda. Ibunya meninggal. Ayahnya yang sudah tidak menjabat sebagai kepala koperasi kembali berjualan. Kondisi ekonomi semakin memburuk. Tidak seperti dulu. Untuk mengatasi hal itu, sang ayah menjual beberapa aset keluarga lalu meminjamkannya kepada orang. Ayahnya kemudian dikenal sebagai seorang rentenir.

Namun pilihan yang ditentukan sang ayah, tidak disukai oleh anaknya. Tentu sang ayah marah dan membiarkan anaknya itu menentukan pilihan hidupnya sendiri. Sebab itu, ia pun memilih untuk bekerja sebagai desainer amatiran. Ia yakin bahwa krisis ekonomi keluarganya masih bisa diselesaikan dengan cara yang halal. Sebab, ia yakin menjadi rentenir itu merupakan jalan yang salah, sebab memakan bunga pinjaman (utang) itu adalah dosa (riba).

Sedikit demi sedikit, dari tahun ke tahun ia dapat membuktikan kepada keluarganya. Ia tampil sebagai pengusaha yang sukses dibidang teknologi. Selain membuka jasa layanan desain, ia juga membuka usaha service juga jual beli komputer dan printer. Hingga akhirnya ia dapat membeli tanah, rumah untuk tokonya, dan juga mobil. Melihat kesuksesan anaknya, sang ayah pun mengakui jika prinsip hidup anaknya itu memang benar adanya. (hal 35-36)

Dari kisah di atas kita bisa memetik pelajaran yang berharga. Bahwa dalam hidup ini untuk bisa meraih kesuksesan dibutuhkan kegigihan juga tekad yang kuat. Ketika gagal harus tetap bangkit. Karena gagal adalah hal biasa di dunia ini. Ia merupakan jembatan menuju kesuksesan. Dapat dibayangkan, jika sang anak dalam tokoh di atas tidak bangkit dan keluar dari masalah, tentu ia dan keluarga akan semakin hidup dalam keterpurukkan. Tidak hanya itu saja, sang ayah yang menjadi rentenir tentu akan menambah masalah baru.

Memakan uang pinjaman (utang) termasuk perbuatan dosa. Sebab, itu adalah riba. Haram hukumnya. Pelakunya pun akan mendapat azab baik di dunia maupun akhirat.

Buku ini cocok sebagai teman bacaan. Membahas dan mengupas patah hati agar bisa menjadi prestasi. Selain itu, kiat untuk tetap bangkit dikala kondisi terpuruk. Dalam setiap akhir bab, ada sebuah perenungan berupa pertanyaan yang berkaitan dengan tema yang sedang dibahas. Jadi selain membaca, pembaca juga dituntut untuk berpikir dan memahami esensi tema yang sedang dibahas.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Tetap Bangkit Kala Terpuruk"

Posting Komentar

Aturan Berkomentar : Harap dibaca dan perhatikan setiap aturan dengan saksama!

1.Berkomentar sesuai topik.
2. Dilarang Spam.
3. Dilarang meninggalkan link Blog/Web
4. Jangan basa-basi seperti mantab Gan, nice info, maupun sejenisnya.
5. Usahakan berkomentar yang relevan dengan topik yang di bahas.
6. Komentar yang menyisipkan link web atau blog, termasuk kategori spam dan tidak akan di approved!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel