Investasi Membaca



Pernakah ketika sedang menulis, tiba-tiba mandeg di tengah jalan? Tidak ada ide alias buntu? Atau punya ide, tapi bingung menuliskannya? Juga serentetan pertanyaan serupa. Mungkin hal serupa penyebabnya adalah kita tidak mau investasi. Investasi? Nggak salah? Ya, tidak ada yang salah dengan kata itu.

Ibarat ingin membangun sebuah usaha pasti membutuhkan yang namanya modal. Atau istilah kerennya investasi-penanaman modal. Jika tidak ada modal, tentu usaha yang dirintis tidak akan berjalan. Demikian juga dengan menulis, butuh modal alias investasi agar bisa terus menulis. Dengan cara apa?

Dengan cara menginvestasikan diri dengan banyak membaca. Dengan begitu, wawasan menjadi luas, kaya akan diksi dan kosa kata, juga tidak akan buntu saat menulis. Karena cakrawala yang dimiliki cukup luas. Dengan membaca pula, dapat menemukan ide baru yang dapat dijadikan bahan dasar menulis.

Investasi itu penting bagi penulis, agar tetap bisa produktif dalam menulis. Sebenarnya masalah ide buntu atau mandeg juga tidak punya ide sekalipun dapat diatasi. Yaitu dengan investasi-banyak membaca. Dengan demikian, ketika hendak menulis kita sudah tahu apa yang akan ditulis. Minimal bahan dasarnya sudah ada.

Jika bahan dasar sudah kita miliki, tugas selanjutnya adalah mengembangkan ide tersebut sehingga menjadi sebuah tulisan. Setiap manusia memiliki pola pikir yang berbeda. Juga pandangan dan gagasan yang berbeda-beda. Hal itulah yang menyebabkan beragam jenis tulisan meskipun tema yang digarap sama. Tetapi pasti memiliki perbedaan. Entah cara menyampaikan, pola tulisannya, atau apapun itu.

Jadi, apa yang harus dilakukan? Banyak membaca. Investasikan diri dengan banyak membaca, agar dapat mengembangkan ide menjadi sebuah tulisan. Tak perlu risau jika tulisan masih jelek. Setiap penulis juga demikian ketika pertama kali menulis. Tuilslah! Seburuk apapun tulisanmu, lambat laun akan berangsur membaik.

Jangan lantas berhenti. Itu sama saja membunuh kreativitasmu sendiri sehingga tidak berkembang. Jangan menghakimi sebuah tulisan yang buruk, karena sesuatu yang baik terkadang berasal dari sesuatu yang buruk. Membaca merupakan modal dasar untuk bisa menjadi seorang penulis. Seperti tulisan ini, awalnya hanya berupa judul yang melesat tiba-tiba. Akhirnya saya mencoba menulisakannya. Alhamdulillah, bisa sampai selesai juga hingga akhir. Jadi, jika ingin menjadi penulis, maka baca, baca, baca, lalu tulis! Action!

Berlangganan update artikel terbaru via email:

2 Komentar untuk "Investasi Membaca"

Aturan Berkomentar : Harap dibaca dan perhatikan setiap aturan dengan saksama!

1.Berkomentar sesuai topik.
2. Dilarang Spam.
3. Dilarang meninggalkan link Blog/Web
4. Jangan basa-basi seperti mantab Gan, nice info, maupun sejenisnya.
5. Usahakan berkomentar yang relevan dengan topik yang di bahas.
6. Komentar yang menyisipkan link web atau blog, termasuk kategori spam dan tidak akan di approved!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel