Website dan Marketplace Sebuah Sinergi yang Saling Mengisi


Website dan Marketplace Sebuah Sinergi yang Saling Mengisi
Website dan Marketplace Sebuah Sinergi yang Saling Mengisi

Tak bisa dimungkiri, perkembangan teknologi yang begitu cepat, membawa perubahan di berbagai sektor. Mau tak mau, berbagai sektor yang ada harus sigap dan cepat beradaptasi jika tak ingin mati suri. Ya, kita telah memasuki era baru, era yang menuntut kecepatan, efisiensi, serta kemudahan dalam segala hal. Era ini tak lain ialah era digitalisasi. Di mana semua aspek harus siap dengan perubahan yang serba cepat dengan sokongan teknologi tinggi sebagai penyangga utamanya.

Hidup di era digitalisasi, menuntut banyak perubahan di berbagai bidang. Tak terkecuali dalam bidang bisnis. Jika dulu, sebuah bisnis harus memiliki bangunan fisik guna meyakinkan dan memudahkan konsumen. Kini, hal itu tak diperlukan lagi. Sebab, tanpa memiliki bangunan fisik, sebuah usaha masih bisa terus berjalan. Hadirnya revolusi industri 4.0 membawa dampak yang cukup signifikan di dunia usaha.

Salah satunya ialah kemudahan berbelanja dan bertransaksi. Ya, hidup di zaman digital, membuat kita tak perlu lagi repot jika ingin berbelanja. Bagi para pelaku usaha, hal ini merupakan sebuah peluang untuk mengeruk pundi-pundi rupiah. Kegiatan berbisnis jadi jauh lebih mudah. Namun, di balik itu semua, persaingan pun terasa begitu sulit dan ketat.

Kemudahan teknologi, mennyebabkan banyak orang mulai mencari peruntungan dengan berjualan di media sosial. Sebab, media sosial dianggap sebagai salah satu strategi promosi yang tepat, mudah, serta cepat. Di sisi lain, penggunaan media sosial yang mudah, menjadi faktor utama seseorang menjadikannya lahan untuk berbisnis. Sehingga menyebabkan persaingan pun semakin meningkat. Ditambah lagi, beragamnya produk atau jasa yang dijajakan, membuat kita sulit untuk menarik calon konsumen. Sebab, calon konsumen saat ini punya banyak pilihan dan bisa melakukan perbadingan antara penjual yang satu dengan penjual yang lain. Terlebih soal kualitas dan harga.

Berjualan di media sosial memang mudah. Tinggal posting dan menunggu calon pembeli. Beres. Tapi, jika kita pikir ulang, ternyata berjualan di media sosial tidak semudah yang dipikirkan. Postingan kita akan mudah tenggelam jika tak ada interaksi dari orang lain, baik sekadar untuk menyukai, mengomentari, maupun yang benar-benar berniat ingin membeli. Alhasil, postingan kita itu akan terjun bebas ke dasar jurang alias tertimbun dengan postingan orang lain. Membuat calon konsumen tak menemukannya di linimasa mereka. Sehingga kita bisa kehilangan calon pembeli. Betul?

Tantangan Bisnis di Era Revolusi Industri 4.0


Memasuki era revolusi industri 4.0, membuat tantangan bisnis terasa semakin sulit. Mau tak mau, kita harus siap beradaptasi dengan perubahan ini jika tidak ingin bisnis yang tengah berkembang mati suri. Sebab, masyarakat saat ini lebih gemar berbelanja dan bertransaksi secara online dibanding harus repot-repot keluar rumah. Betul? Selain itu, berbelanja dan bertransaksi secara daring lebih menghemat waktu, tenaga, juga biaya.

Untuk itu, agar bisnis tetap bisa bertahan di tengah gempuran revolusi industri 4.0, kita harus sigap dan cepat beradaptasi dengan melakukan langkah-langkah strategis. Sebagaimana yang dituturkan Satya (2018:21) bahwa Kementerian Perindustrian menjelaskan ada empat langkah strategis guna menghadapi tantangan revolusi industri 4.0. 

Pertama, mendorong agar angkatan kerja di Indonesia terus meningkatkan kemampuan dan keterampilannya, terutama dalam menggunakan teknologi internet of things atau mengintegrasikan kemampuan internet dengan lini produksi di industri. Kedua, pemanfaatkan teknologi digital untuk memacu produktifitas dan daya saing bagi industri kecil dan menengah (IKM) agar mampu menembus pasar ekspor melalui program E-smart IKM. Ketiga, pemanfaatan teknologi digital yang lebih optimal dalam perindustrian nasional seperti Big Data, Autonomous Robots, Cybersecurity, Cloud, dan Augmented Reality. Keempat, mendorong inovasi teknologi melalui pengembangan start up dengan memfasilitasi inkubasi bisnis agar lebih banyak wirausaha berbasis teknologi di wilayah Indonesia.

Lantas, apa itu internet of things?

Secara sederhana internet of things ialah konsep yang menghubungkan suatu perangkat dengan koneksi internet. Ya, tidak bisa dimungkiri lagi kalau saat ini hampir seluruh aktivitas hidup kita selalu bersinggungan dengan internet. Mulai dari urusan berbelanja, belajar, maupun pekerjaan kini menuntut adanya koneksi internet, apalagi di tengah situasi pandemi covid-19 seperti sekarang.

Untuk itu, kita harus siap beradaptasi dan melakukan langkah konkret guna mencegah bisnis gulung tikar di tengah gempuran revolusi industri 4.0 yang kian tak terbendung. Semakin cepat beradaptasi, semakin besar peluang untuk menyelamatkan bisnis.

Nasib Bisnis di Tengah Pandemi Covid-19


Pandemi covid-19 hampir melanda seluruh negara di dunia. Tak terkecuali Indonesia. Dampak akibat pandemi ini begitu terasa. Terutama di sektor ekonomi dan bisnis. Ya, ekonomi dunia saat ini sedang limbung alias goyah. Banyak perusahaan terpaksa harus tutup dan mem-PHK sebagian besar karyawannya karena sudah tak sanggup lagi membayar gaji mereka.

Di sektor bisnis pun juga demikian. Banyak usaha yang harus tutup sementara bahkan ada yang harus menelan pil pahit kalau bisnisnya terpaksa gulung tikar lantaran tak ada pemasukan dan modal untuk sekadar bertahan. Seperti yang belum lama ini terjadi, sebuah restoran cepat saji yang sudah beroperasi selama lebih dari 30 tahun, terpaksa harus tutup. Semua ini terjadi akibat pandemi covid-19.

Ya, kita sama-sama tahu, bahwa pandemi yang tengah melanda dunia begitu menggerogoti sektor ekonomi. Alhasil, banyak bisnis yang terpaksa tumbang. Sebab, sudah tak lagi sanggup bertahan lantaran tak ada pemasukan. Apalagi sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), membuat bisnis seakan mati suri. Karena, hanya segelinir usaha yang boleh tetap beroperasi. Itu pun tidak boleh menerima pengunjung datang ke toko. Semua harus dialihakan secara daring (online).

Agar bisnis tetap bisa bertahan di tengah situasi pelik seperti saat ini, maka mau tak mau kita harus meng-online-kan bisnis kita—ada dua langkah yang bisa ditempuh. Pertama, berjualan lewat marketplace. Kedua, berjualan melalui website sendiri. Pertanyaannya, mana yang lebih baik, website atau marketplace?

Website vs Marketplace: Pilihan atau Sinergi?


Website Vs Marketplace
Website Vs Marketplace


Sebelum memutuskan untuk membuat bisnis benar-benar online, tentu kita akan dilema. Ada satu pertanyaan yang menyeruak di hati. Masalahnya mau jualan dimana? Website atau marketplace? Mana yang lebih menguntungkan di antara keduanya? Serta sederet pertanyaan lain yang bernada sama. Wajar, kalau kita merasa gamang dalam menentukan pilihan. Karena setiap pilihan memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing—ada baiknya, kita mengetahui kelebihan dan kekurangan dari website maupun markeplace. Agar bisa menjatuhkan pilihan yang tepat. Pun, agar tak salah pilih nantinya. 

Marketplace Membuat Bisnis Langsung Online Tanpa Ribet 


Marketplace bisa menjadi pilihan bagi yang ingin meng-online-kan bisnis tanpa ribet. Sebab, kita bisa langsung berjualan dan memposting produk dagangan. Tentunya setelah selesai mendaftar. Cukup posting produk lengkap dengan deskripsinya, maka dagangan kita sudah bisa dilihat banyak orang. Mudah sekali, bukan? 

Kelebihan Marketplace 


Kelebihan Marketplace
Kelebihan Marketplace

Selain itu, ada beberapa keuntungan jika kita berjualan lewat marketplace, diantaranya: 

Langsung Bisa Jualan 


Ya, di marketplace kita bisa langsung jualan setelah melakukan proses pendaftaran. Di sini kita nggak perlu pusing dan ribet soal tampilan toko online kita. Sebab, semua itu sudah diurus sama pihak marketplace. Tugas kita hanya posting produk lengkap dengan deskripsinya, lalu tunggu sampai ada pembeli yang berminat. Beres! 

Segmen Pasar Sudah Terbentuk 


Ini nih enaknya jualan di marketplace, kita nggak perlu repot menawarkan dagangan dari satu orang ke orang lain. Sebab, di sana segmen pasar sudah terbentuk. Jadi peluang barang dagangan kita dilirik dan dibeli lebih besar. 

Rekening Bersama Membuat Transaksi Lebih Aman 


Saat bertransaksi secara online, tentu ada rasa khawatir bagi pembeli kalau si penjual bakal menipu. Nah, adanya rekening bersama, menjembatani penjual dan pembeli agar bisa bertransaksi dengan nyaman dan aman. Sebab, uang yang sudah dibayarkan pembeli akan masuk ke rekening pihak marketplace untuk sementara waktu. Baru setelah barang sampai di tangan pembeli, uang itu ditransfer ke rekening penjual. Rekening bersama ini bisa meminimalisir terjadinya penipuan antara kedua belah pihak. 

Memangkas Biaya Pembuatan Toko Online 


Membuat toko online sendiri membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Apalagi jika menginginkan beragam fitur yang canggih dan mumpuni. Kita harus siap merogoh kocek yang cukup dalam. Kini, semua itu bisa diatasi dengan berjualan di markeplace. Di sana, kita bisa memiliki toko online sendiri meski tidak benar-benar memiliki hak sepenuhnya. Tapi, setidaknya kita sudah bisa memilikinya dengan beragam fitur yang cukup canggih dan terintegrasi dengan baik. Sehingga bisa memangkas biaya pembuatan toko online kita.

Memiliki Sistem Keamanan yang Tinggi 


Sistem keamanan menjadi sesuatu yang penting saat akan bertransaksi secara online. Sebab, tidak bisa dielakkan kejahatan cyber kian merajarela. Tentu kita tak ingin hal ini terjadi. Untuk itu, berjualan di marketplace bisa menjadi solusi yang tepat. Sebab, sudah memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Baik penjual maupun pembeli bisa lebih nyaman untuk bertransaksi. Betul? 

Kekurangan Marketplace 


Kekurangan Marketplace
Kekurangan Marketplace


Setiap kelebihan tentu juga memiliki kekurangan. Begitu juga dengan marketplace, ada beberapa kekurangan yang perlu kita tahu. Di antaranya: 

Persaingan Sangat Ketat dan Sulit 


Segala kemudahan yang ditawarkan marketplace, membuat banyak pelaku bisnis berbondong-bondong berjualan di sana. Akibatnya, persaingan menjadi semakin ketat dan sulit. Ditambah lagi, perang harga antar penjual semakin menambah panjang daftar persaingan. 

Sulit Membangun Branding


Ya, di sana kita sulit untuk membangun branding. Sebab, tampilan desain tokonya yang seragam. Ditambah lagi kita tidak bisa mengubahnya sesuai selera. Alhasil, kita nggak punya ciri khas yang bisa jadi branding. Antara penjual satu dengan yang lain dianggap sama oleh konsumen. 

Sulit Mendapat Pelagan yang Loyal 


Ini juga salah satu kekurangan marketplace, kita sulit mendapat pelanggan yang loyal. Sebab, ada banyak penjual. Sehingga konsumen akan sulit untuk menjadi pelanggan tetap. Ditambah lagi, perang harga menyebabkan konsumen lebih condong memilih penjual yang memberikan harga murah. 

Website Membuat Bisnis Makin Profesional dengan Membangun Branding Secara Maksimal 


Website bisa menjadi pilihan jika ingin membangun branding untuk bisnis kita. Dengannya, branding bisnis lebih mudah diingat oleh calon konsumen. Selain itu, website mampu membuat bisnis kita makin profesional dengan membangun branding secara maksimal. Setuju?

Kelebihan Website 


Kelebihan Website
Kelebihan Website

Setelah kita tahu kelebihan dan kekurangan marketplace. Sekarang, kita juga harus tahu kelebihan dan kekurangan website. Agar bisa menjatuhkan pilihan yang tepat untuk membuat bisnis kita online. 

Lebih Mudah Membangun Branding 


Nah, kalau di marketplace kita sulit membangun branding, di website kita jauh lebih mudah. Sebab, website bisa di desain sesuai selera mengikuti branding bisnis kita. Sehingga konsumen akan mudah mengingat brand bisnis kita. Setuju? 

Menjangkau Pasar lebih Luas 


Keuntungan lain dari berjualan di website ialah kita bisa menjangkau pasar lebih luas. Selain itu, kita juga bisa menentukan target market sendiri. Target market berguna untuk mengelompokkan konsumen ke dalam beberapa kategori. Sehingga promosi yang dilakukan bisa tepat sasaran. 

Memiliki Pelanggan yang Loyal 


Ya, dengan website kita bisa memiliki pelanggan yang loyal. Saat konsumen merasa puas akan pelayanaan dan kualitas produk kita, besar kemungkinan mereka akan menjadi pelanggan tetap (loyal). 



Terlihat Lebih Profesional 


Sebuah bisnis akan terlihat profesional jika memiliki website. Lihat saja, bisnis yang sudah menjadi brand besar, rata-rata mereka memiliki website. Betul? Selain itu website membuat bisnis kita lebih terlihat meyakinkan di mata calon konsumen. 

Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan 


Saat belanja online, maka kita akan membeli sesuatu melalui website resminya. Kenapa? Sebab, lebih meyakinkan dan terpecaya. Betul? Begitu juga dengan calon pembeli kita, mereka akan merasa lebih yakin dan percaya jika bisnis kita memiliki website. So, jangan sepelekan hal ini ya!

Kekurangan Website


Kekurangan Website
Kekurangan Website


Tidak hanya sekadar memiliki kelebihan, sebuah website juga tidak sempurna alias memiliki kekurangan. Lantas apa saja kekurangannya? Check it out! 

Biaya Pembuatan Website Cukup Mahal 


Ya, untuk membuat sebuah website, kita harus rela merogoh kocek yang cukup dalam. Terlebih, jika menginginkan beragam fitur yang mumpuni, kita harus siap menyediakan budget yang besar. Semakin beragam fiturnya, semakin besar pula biaya pengeluarannya. Selain itu, untuk bisa membuat website, kita membutuhkan hosting dan domain. Pilihlah, jasa hosting Indonesia yang terpecaya. Agar tidak menyesal di kemudian hari.

Harus Melakukan Riset Pasar Terlebih Dahulu Untuk Bisa Menentukan Segmen Pasar 


Sebelum memutuskan untuk membuat website, maka kita harus melakukan riset pasar terlebih dahulu agar strategi marketing bisa tepat sasaran. Selain itu, riset ini berguna untuk menentukan segmen pasar. Apa itu segmen pasar? Simplenya, segmen pasar ialah proses pembagian calon konsumen ke dalam beberapa karakteristik guna memudahkan kita untuk melakukan strategi marketing. Pun, segmen pasar ini berguna agar strategi marketing yang dilakukan bisa berimbas pada peningkatan penjualan. Proses riset pasar ini membutuhkan waktu yang cukup lama guna mendapat hasil yang akurat. 

Tidak Mudah Untuk Mempopulerkan Website 


Untuk membuat website kita dikenal banyak orang (populer), kita harus rajin mempromosikannya. Tak jarang, kegiatan ini membutuhkan biaya tambahan sehingga menguras kantong. Apalagi jika mengiklankan website melaui jasa periklanan, tentu biaya yang dikeluarkan bisa lebih besar. Sebab, mempopulerkan website itu tidak mudah. Kita harus menggunakan strategi marketing yang tepat, agar website kita bisa makin dikenal banyak orang. 

Kesimpulan 


Sebelum memutuskan meng-online-kan bisnis, kita harus memilih strategi yang tepat agar tidak gulung tikar di tengah jalan. Ada dua alternatif yang bisa dipilih untuk membuat bisnis bisa langsung online. Pertama berjualan lewat marketplace, atau kedua berjualan lewat website sendiri. Masing-masing pilihan memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Lantas mana pilihan yang tepat? 

Menurut saya, pilihan yang tepat adalah dengan mensinergikan antara website dan marketplace. Kenapa? Karena keduanya bisa saling menutupi serta melengkapi kekurangan dan kelebihan masing-masing. Sehingga tercipta sebuah sinergi yang saling mengisi. Pun, dengan sinergi yang tepat membuat bisnis kian pesat. Setuju?


Referensi: 

Satya, Venti Eka. “Strategi Indonesia Menghadapi Industri 4.0”. dalam Info Singkat, X(09), h, 21. Mei 2018.
Toni Al-Munawwar
Toni Al-Munawwar Toni Al-Munawwar adalah seorang blogger dan penulis buku. Ia mulai menekuni dunia menulis dari blog pribadinya. Beberapa tulisannya pernah dimuat media cetak dan elektronik.

Posting Komentar untuk "Website dan Marketplace Sebuah Sinergi yang Saling Mengisi"