Menyelami Manisnya Renungan Buya Hamka

Menyelami Manisnya Renungan Buya Hamka merupakan resensi atas buku Renungan Tasawuf karya Hamka terbitan Republika
Hasil Scan Pribadi


Judul Buku : Renungan Tasawuf

Penulis : Hamka

Penerbit : Republika

Terbit : Januari, 2017

Tebal : vii + 156 hal

Isbn : 978-602-0822-37-2

Pada hakikatnya manusia akan kembali pada sang Ilahi. Meninggalkan dunia yang fana ini. Segala pernak-pernik dunia tak akan dibawa mati. Hanya amal yang akan menemani. Alam semesta beserta seluruh makhluk yang ada di sini adalah ciptaan Allah. Jadi sudah sepantasnya kita tunduk kepada-Nya.

Awal mula penciptaan manusia ialah untuk beribadah. Dengan kata lain, seperti yang dijelaskan oleh buku ini, "Mengikuti apa yang diperintahkan dan menghentikan apa yang dilarang. Karena ingin dimasukkan ke  syurga dan takut akan dibenamkan ke dalam neraka, maka puncak tertinggi dari pandangan hidup seorang muslim adalah cinta." (hal 54).

"Cinta seperti itu terkumpul pada satu puncak, yaitu Allah. Supaya hubungan mesra di antara insan sebagai hamba dengan Allah sebagai Tuhan, Tuhan mengutus Rasul-Nya Muhammad Saw. menjadi petunjuk jalan." (hal 54)

Lebih lanjut dipaparkan, "Oleh sebab itu dengan sendirinya timbul pulalah cinta kepada Muhammad dalam rangka cinta besar kepada Allah."
"Lurusnya jalan yang ditempuh itu adalah karena di depan kita ada orang yang kita ikuti jejaknya, yaitu Nabi . Dan Nabi tidak dapat diikuti kalau dia tidak disayang, kalau dia tidak dicintai. Iman tidak ada arti kalau cinta tidak tertumpah kepada Nabi, di dalam cinta kepada Allah. Cinta kepada Allah dan Rasul itu bukanlah berarti dengan sekaligus, apriori, kita benci kepada yang lain. Bahkan seluruh alam ini pun kita cintai di dalam cinta kepada Allah." (hal 54-55).
 Buya hamka menambahkan bahwa orang-orang yang telah jatuh cinta kepada Allah dan Rasul itu akan patuh dan simpati apabila pemegang kekuasaan itu menjalankan peraturan yang sesuai dengan kehendak Allah dan Rasul. lantaran itu mereka akan menyokongnya. Tetapi sebaliknya, kalau mereka melihat bahwa peraturan manusia yang dijalankan itu tidak sesuai kehendak Allah dan Rasul, mereka akan menentangnya. (hal 55)

Buku ini mengajarkan kepada kita untuk lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya. tidak hanya itu saja, masih banyak pelajaran yang bisa dipetik melalui buku ini.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Menyelami Manisnya Renungan Buya Hamka"

Posting Komentar

Aturan Berkomentar : Harap dibaca dan perhatikan setiap aturan dengan saksama!

1.Berkomentar sesuai topik.
2. Dilarang Spam.
3. Dilarang meninggalkan link Blog/Web
4. Jangan basa-basi seperti mantab Gan, nice info, maupun sejenisnya.
5. Usahakan berkomentar yang relevan dengan topik yang di bahas.
6. Komentar yang menyisipkan link web atau blog, termasuk kategori spam dan tidak akan di approved!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel