Mengemas Pesahabatan dan Solidaritas Dalam Cerita

Mengemas Pesahabatan dan Solidaritas Dalam Cerita merupakan resensi atas novel Matahari karya Tere Liye terbitan Gramedia Pustaka Utama di muat oleh Kabar Madura.
Gambar: Kabar Madura

Kabar Madura 14 Desember 2016




Judul : Matahari

Penulis : Tere Liye

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : Juli, 2016

Tebal 400 hal, 20 cm

Isbn : 978-602-03-3211-6


Sahabat, tentu hampir setiap orang memilikinya. Ya, sahabat adalah orang yang selalu berada dalam suka maupun duka. Memiliki seorang sahabat, tentu sangat mengasyikkan. Kenapa? Karena bisa menjadi tempat berbagi keluh kesah. Sehingga hati menjadi lega pun memperoleh solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi.

Seperti dalam buku Matahari karya Tere Liye ini, berkisah tentang persahabatan Raib, Seli, dan Ali. Pun juga memaparkan solidaritas dalam berteman. Buku ini dimulai dari keinginan Ali untuk bisa pergi ke Klan Bintang. Namun, dua temannya yang lain tidak setuju. Karena tidak mengetahui dengan pasti keberadaan klan tersebut.

Namun Ali masih bersikeras ingin pergi ke sana. Hingga dia membuat suatu terobosan dengan membuat kapsul super canggih yang bernama Ily. Ali, akhirnya dapat menemukan peta menuju Klan Bintang. Raib dan Seli pun terpaksa ikut meskipun mereka tidak tahu bahaya apa yang akan menghadang. Di sinilah petualangan mereka dimulai.

Mereka bertiga berangkat menggunakan Ily. Klan Bintang, diperkirakan berada didasar perut bumi. Buku ini membahas mengenai sebuah persahabatan yang solid. Ketika seorang teman sedang butuh pertolongan, apa yang harus dilakukan? Membantunya, bukan? Kisah dalam cerita ini mengajak pembaca untuk saling tolong-menolong sesama sahabat ataupun teman.

Sahabat sejati tidaklah membiarkan dan meninggalkan sahabatnya sendiri ketika sedang membutuhkan uluran tangan. Melainkan, dia akan merangkul temannya itu untuk bisa keluar dari masalah yang sedang dihadapi. Bukan malah lari menyelamatkan diri sendiri. Sahabat adalah orang yang paling dekat dengan kita. Bahkan, dia mengetahui seluk beluk kehidupan kita secara garis besar.

Kembali ke buku ini, ketika mereka diserang oleh sesosok makhluk yang ganas, mereka saling bahu-membahu melindungi dan menyelamatkan diri. Tak ada artinya bila kita selamat namun mengorbankan seorang sahabat. Lebih baik mati bersama. Ada rasa solidaritas yang mendorong seseorang untuk kembali menyelamatkan temannya yang tertinggal dibelakang.

Rasa itu, telah membuka nurani setiap insan. Bahwa manusia memiliki rasa simpati dan empati yang mendalam terhadap seseorang. Meskipun orang itu bukanlah salah satu bagian dari keluarga. Tetapi penderitaan yang mereka hadapi telah mengetuk hati untuk berbuat sesuatu.

Begitulah, seharusnya dalam berteman. Meskipun terkadang sering bertengkar. Tetapi orang yang pertama ada saat kita sedih atau membutuhkan adalah teman atau sahabat. Kepadanya, kita berani mengeluarkan segala keluh kesah yang membuat dada menjadi sesak. Kepadanya, juga kita mengharapkan solusi atau setidaknya petuah yang dapat mengeluarkan seseorang dari permasalahan yang sedang dihadapi.

Buku ini layak jadi teman bacaan. Selain ceritanya yang menarik, juga ada hal yang bisa dipetik dari kisah di dalamnya. Yaitu rasa solidaritas yang tinggi kepada kawan membuat kita lebih mengerti arti sebuah persahabatan. Tidak hanya ada saat suka, melainkan juga dalam duka. Karena sahabat sejati adalah seseorang yang berada di saat manis pun pahit. Bahkan, tak jarang ada yang rela berkorban.

Kedua, buku ini mengajarkan kita untuk saling tolong-menolong terhadap teman. Meskipun terkadang teman itu menyakiti hati kita. Tapi, biar bagaimana pun hidup dengan banyak teman itu lebih menyenangkan. Oleh karena itu, janganlah kita membenci mereka karena satu kesalahan yang seharusnya dapat dimaafkan. Mencari seribu lawan itu sangat mudah, tetapi mencari satu kawan itu sangat sulit. Jadi, jagalah persahabatan yang ada. Sehingga hidup pun jadi penuh warna. Sungguh, hidup tanpa kawan bagai burung dalam sangkar. Membosankan! Pembaca akan digiring lebih jauh untuk dapat mengerti dan memaknai arti sahabat yang sesungguhnya.

Buku ini memiliki ketebalan hingga 400 halaman. Meskipun cukup tebal, pembaca tidak akan bosan. Karena cerita yang dikemas begitu menarik. Pun ketegangan-ketegangan dan rasa penasaran di dalam cerita akan semakin menghanyutkan pembaca untuk tenggelam di dalamnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Mengemas Pesahabatan dan Solidaritas Dalam Cerita"

Posting Komentar

Aturan Berkomentar : Harap dibaca dan perhatikan setiap aturan dengan saksama!

1.Berkomentar sesuai topik.
2. Dilarang Spam.
3. Dilarang meninggalkan link Blog/Web
4. Jangan basa-basi seperti mantab Gan, nice info, maupun sejenisnya.
5. Usahakan berkomentar yang relevan dengan topik yang di bahas.
6. Komentar yang menyisipkan link web atau blog, termasuk kategori spam dan tidak akan di approved!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel