Cara Jitu Mengatasi Writer's Block atau Kebuntuan Ide dalam Menulis

Cara Jitu Mengatasi Writer's Block atau Kebuntuan Ide dalam Menulis
pixabay.com/geralt





Writer’s block (kebuntuan ide), saat menulis memang sering dialami oleh para penulis. Tak terkecuali juga saya. Hal ini sesungguhnya wajar, namun bila terlalu lama bisa mengganggu aktivitas menulis. Sehingga berdampak pada tidak selesainya naskah atau tulisan. Bukan, begitu?

Writer’s block, biasanya disebabkan oleh kejenuhan akibat melakukan aktivitas yang sama secara berulang-ulang dalam kurun waktu yang relatif lama. Seperti menulis. Ya, kegiatan satu ini tidak bisa dilakukan satu kali, dua kali, tetapi harus berulang kali. Apalagi kalau sedang menulis naskah buku, kita akan lebih sering untuk menulis. Betul?

Bisakah kita mengtasi kebuntuan ide dalam menulis?



Tentu bisa. Bahkan, sangat bisa. Namun sebelum iitu, kita harus tahu dulu penyebab writer’s block ini. Menurut saya, ada empat hal mendasar yang menyebabkan kita kehabisan ide saat menulis.
Cara Jitu Mengatasi Writer's Block atau Kebuntuan Ide dalam Menulis
Dok. Pribadi


Kurangnya Membaca 

Ya, minimnya membaca, menjadi penyebab utama dalam kebuntuan ketika menulis. Bahkan, Asma Nadia pernah berkata bahwa, “Membaca adalah kuliahnya para penulis.” Jauh sebelum bisa menulis, kita harus gemar membaca. Bagaimana akan bisa merangkai kata, bila tak suka membaca. Bukan, begitu? 

Lagipula, tak ada ruginya bila gemar membaca. Justru sebaliknya, membaca akan membuat kita untung. Kok bisa? Ya jelas, selain menghibur, membaca juga bisa mengusir penat, dan membuat kita cerdas lho. Dikutip dari gramedia.com tentang manfaat membaca yang ditulis Junika Kasih, menurut penelitian dari University of Edinburgh dan King’s College London, kemampuan membaca yang sudah dibangun dari usia belia, mampu meningkatkan kecerdasan secara keseluruhan. 

Selain itu, peneliti Anne Cunningham dan Keith Stanovich, menyatakan bahwa kebiasaan membaca sejak kecil dapat memperkaya kosa kata dan kemampuan membaca. 

Dari membaca juga kita bisa memahami jalan pikiran penulis. Masih kurang? Berikut beberapa manfaat lain dari membaca. 

  1. Memahami jalan pikiran penulis 
  2. Menambah kosa kata dan diksi 
  3. Bisa membandingkan karya 
  4. Memahami benang merah isi buku 
  5. Memahami konsep buku atau naskah 
  6. Bisa membuat paragraf narasi 
  7. Bisa membuat paragraf deskriptif 
  8. Memahami majas

Cara Jitu Mengatasi Writer's Block atau Kebuntuan Ide dalam Menulis
Dok. Pribadi

So, gimana? 

Banyak untungnya, kan? 

Nggak hanya itu saja lho, dikutip dari detik.com peneliti menemukan bahwa membaca dapat memperluas empati dan meningkatkan kemampuan sosial. Pun, sebuah study yang diterbitkan dalam Journal of Consumer Psychology menunjukkan bahwa produk eksperimental yang dirancang untuk menciptakan atau meningkatkan pengalaman hidup, seperti buku, adalah penguat kebahagiaan. 

Sebenarnya, writer's block disebabkan oleh minimnya pengetahuan akan topik yang sedang dibahas. Pun tidak adanya data pendukung dan riset, semakin cepat membuat kita merasa buntu atau mentok saat menulis. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membaca. Dengan membaca, kosa kata akan semakin kaya sehingga tulisan bisa lebih renyah dan gurih saat disantap. Pun dengan membaca, boleh jadi kita menemukan data pendukung untuk memperkaya dan mempertajam tulisan. 

Tidak Ada Data Pendukung Tulisan 

Penyebab kedua buntunya ide adalah tidak ada data pendukung tulisan. Apa yang dimaksud data pendukung tulisan? 

Begini, data pendukung tulisan adalah data-data yang bisa memperkaya dan mempertajam tulisan kita. Sehingga pembahasan bisa lebih mendalam dan lengkap. Apa saja yang termasuk data pendukung? 

Beberapa data pendukung diantaranya:

  1. Grafik, bagan, atau diagram 
  2. Kutipan tokoh 
  3. Hasil survei atau polling 
  4. Hasil kajian atau penelitian 
  5. Pandangan dari para pakar atau tokoh 
  6. Buku (Daftar Pustaka) 
  7. Studi kasus 
  8. Infografis 
  9. Pendapat masyarakat mengenai topik yang dibahas
  10. Data statistik 



Kenapa harus menggunakan data pendukung? 



Sebab, agar tulisan kita bisa lebih hidup, menarik, dan eye catching. Sebagai seorang Blogger, tentu tidak hanya sekadar membuat tulisan. Tetapi juga harus melengkapinya dengan ilustasi gambar, grafik, diagram, maupun infografis. 

Jika hanya diisi dengan tulisan saja, orang yang akan membaca tentu sedikit. Kenapa? Karena mereka akan cepat bosan. Dengan adanya ilustrasi gambar, grafik, diagram, infografis, hasil kajian atau penelitian, polling maupun data statistik, maka konten kita akan lebih hidup dan eye catching. Selain itu, konten kita jadi lebih kredibel. 

Keuntungan lainnya melengkapi konten dengan data pendukung dan ilustrasi yang ciamik, mampu meningkatkan engagement postingan kita di media sosial. Bahkan, impresi bisa meningkat drastis dan follwer bertambah. Nggak percaya? Lihat gambar! 

Cara Jitu Mengatasi Writer's Block atau Kebuntuan Ide dalam Menulis
Dok. Pribadi

Gambar di atas adalah salah satu postingan saya di Instagram. Lihat hasilnya, berbekal gambar yang kece impresi postingan ini meningkat pesat. Maka, kesimpulannya: 

  • Konten dengan gambar yang kece dan relevan mampu meningkatkan engagement postingan (like, komen, dan share). 
  • Meningkatkan jumlah kunjungan profil Instagram 
  • Meningkatkan trafik blog 
  • Jangkauan postingan semakin luas 
  • Follower bertambah 
  • Impresi semakin tinggi 

Apa itu impresi? 

Impresi adalah jumlah total berapa kali kiriman kita dilihat baik oleh follower, calon follower, maupun bukan follower kita. Lihat impresi postingan ini mencapai 596, padahal jumlah follower saya hanya sekitar 384 orang. Pertambahannya mencapai 212 orang. Bukan tidak mungkin dari 212 orang ini, akan mefollow kita. Karena tertarik dengan konten yang dibuat. Bukan, begitu? 

Bahkan, menurut Patricia Redsicker, tweet dengan gambar atau foto, mampu meningkatkan retweet hingga 35%. Selain itu, masih menurutnya, berdasarkan peneliitian eMarketer pada 2014, foto menyumbang 75% dari postingan Facebook di seluruh dunia. Pun mendapat lebih banyak interaksi hingga 87%, sedangkan postingan lain hanya mendapat interaksi sebesar 4% saja.

Cara Jitu Mengatasi Writer's Block atau Kebuntuan Ide dalam Menulis
Dari blog Patricia Redsicker


Tidak bisa dimungkiri lagi, banyak orang lebih suka konten visual daripada sekedar tulisan. Apalagi di era digital seperti saat ini, konten dengan visual yang kece bisa jadi strategi jitu untuk meningkatkan trafik blog maupun sebagai strategi marketing. Betul? 

So, jangan ragu untuk melengkapi tulisan dengan data pendukung. Selain bisa mengatasi writer's block, tulisan kita jadi terlihat lebih hidup, menarik, dan eye catching. Dalam jangka panjang, trafik blog bisa semakin meningkat. Setuju ya?


Minim Riset 

Apakah riset itu penting? 

Sangat penting! 

Kenapa? 

Karena, dengan riset, pembahasan kita terhadap suatu topik bisa lebih mendalam atau berbobot. Nggak cuma itu, riset dapat memudahkan kita dalam mencari data pendukung tulisan maupun referensi bacaan yang diperlukan. 

Tanpanya, ide jadi sulit untuk berkembang. Contoh, ide artikel ini tentang cara mengatasi writer’s block. Kalau nggak ada riset, nggak bisa jadi sepanjang ini. Paling baru sampai 300-500 kata sudah buntu. Kehabisan ide. Nggak tahu lagi harus nulis apa. Betul? 

Nah, di sinilah pentingnya riset. Ide sederhana dari topik yang akan dibahas, bisa dikembangkan sehingga bisa menjadi sebuah tulisan yang utuh. Selain itu, kita juga nggak perlu lagi takut kehabisan ide. Sebab, dengan riset, kita secara sadar atau tidak, sudah punya konsep dan outline kasar mengenai topik yang akan dibahas. 

Tanpa Outline 

Tadi saya menyinggung soal outline ya? Lalu apa itu outline? 

Simplenya begini, outline itu kerangka (gambaran kasar) dari tulisan kita yang biasanya berisi point-point penting yang akan dibahas dalam tulisan. Biar lebih gampang dipahami, outline dari postingan ini adalah sebagai berikut: 

Cara Jitu Mengatasi Writer’s Block atau Kebuntuan Ide dalam Menulis 

Penyebab writer’s block: 

  • Kurang membaca 
  • Tanpa data pendukung 
  • Minim riset 
  • Tanpa outline 

Cara mengatasinya: 

  • Berhenti menulis sementara 
  • Travelling 
  • Mendengar musik 
  • Free writing 
  • Membaca buku 



Dari point-point di atas, masing-masing point bisa kita kembangkan lagi. Misal dari penyebab kebuntuan ide di atas, salah satunya tidak ada data pendukung. Nah, dari sini kita bisa membuat pertanyaan sederhana, seperti: 

  • Apa itu data pendukung? 
  • Apa saja yang termasuk data pendukung? 
  • Mengapa harus menggunakan data pendukung? 

Berdasar dari pertanyaan-pertanyaan ini, nanti bisa berkembang menjadi sebuah tulisan. Selain itu, Monica Anggen dalam blognya menyebutkan bahwa outline sangat membantu dalam menyelesaikan naskah. Agar tidak terlalu panjang, berikut kesimpulan dari tulisan Monica Anggen: 

  • Proses penulisan lebih terarah: Dengan adanya outline, proses penulisan jauh lebih terarah, karena jauh sebelum merancang outline, secara tidak langsung sudah memikirkan alur cerita (dari awal hingga akhir). Selain itu, proses penulisan menjadi lebih mudah. 
  • Tujuan dan ending yang diinginkan bisa dirancang: Dengan outline, kita sudah memantapkan tujuan yang ingin dicapai di akhir tulisan. 
  • Mencegah writer’s block: Kita bisa meminimalisir terjadinya writer’s block dengan outline. 
  • Mencegah pembahasan dengan topik yang sama 
  • Pengerjaan nasskah menjadi lebih cepat 
  • Penyusunan adegan dan konflik lebih terarah 

Cara Mengatasi Writer’s Block

Cara Jitu Mengatasi Writer's Block atau Kebuntuan Ide dalam Menulis
Dok. Pribadi

Nah, tadi kita sama-sama sudah mengetahui penyebab buntunya ide ketika menulis. Sekarang, saatnya mengetahui upaya apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Menurut saya, ada lima langkah yang bisa kita lakukan: 

Berhenti Menulis Sementara 


Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa kehabisan ide adalah akibat terlalu jenuh menulis. Untuk itu, kita harus berhenti sejenak dari aktivitas ini. Agar otak bisa rehat dan siap kembali menangkap ide. 

Travelling 


Travelling bisa jadi obat mujarab untuk mengatasi writer’s block. Selain otak jadi fresh, kegiatan ini juga bermanfaat untuk riset dan observasi tempat-tempat yang jadi latar cerita. 

Mendengar Musik 


Dikutip dari doktersehat.com mendengar musik favorit, dapat mencairkan suasana hati. Ini berdasarkan penelitian dari jurnal Nature Neuroscience di Kanada. Selain itu, berdasarkan artikel dari Detik, mendengarkan musik menurut Simon Ritter dan Ferguson, mampu membuat seseorang mendapat solusi yang inovatif dalam menyelesaikan masalah. 

Berdasarkan riset yang dilakukan Science Daily terhadap 155 orang, menurut Simon dan Ferguson, mendengar musik mampu meningkatkan kemampuan kreatif otak.

So, gimana? 

Banyak manfaatnya mendengarkan musik, kan? 

Maka, ketika mengalami kebuntuan saat menulis, jangan dipaksakan. Percuma, nggak ada hasilnya. Lebih baik, berhenti sejenak dan mendengarkan musik. Setuju ya? 

Free Writing 


Free writing (menulis bebas), bisa menjadi salah satu cara ampuh mengusir writer’s block. Karena dengan menulis bebas, kita tidak terpaku pada satu topik saja. Selain itu, kegiatan ini sangat berguna untuk memancing ide baru muncul. 

Membaca Buku 


Sudah banyak penelitian yang menyebutkan faedah dari membaca buku. Kegiatan satu ini pun sangat ampuh mengusir kebuntuan ide dalam menulis. So, jangan ragu untuk membaca buku! Seperti penuturan Asma Nadia bahwa, “Membaca adalah kuiahnya para penulis.” 

Tidak bisa dimungkiri, banyak pelajaran yang bisa dipetik dari aktivitas membaca. Terutama yang ingin jadi penulis. Kita bisa banyak belajar dari para penulis kondang, salah satunya ialah dengan membaca karyanya. Betul?

Tambahan
Tambahan ini bisa berdasarkan komentar dari pembaca, saran dari teman, maupun tambahan yang menurut saya perlu dimasukan dalam pembahasan ini. Setelah postingan ini di publish.

Blogwalking

Kegiatan ini pun cukup efektif untuk mengusir writer block. Kita bisa menemukan inspirasi dan wawasan baru dari Blogger lain melalui blogwalking. Pun bisa bersilaturahmi dan menambah teman. Asyik, kan?

Mengikuti Program Menulis Bareng atau Antologi

Menurut Bu Eti Nurhayati, kegiatan ini mampu menambah semangat dalam menulis. Dengan semangat menulis yang tinggi, ketika buntu bisa saling sharing dan menyemangati satu sama lain. Sehingga tidak larut dalam kebuntuan menulis.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

8 Komentar untuk "Cara Jitu Mengatasi Writer's Block atau Kebuntuan Ide dalam Menulis"

  1. aku bersyukur papa ngebiasain aku suka buku dr bayi. ngajarin baca sjk aku mulai bisa ngomong, dan beliin komik dari umur 3 thn :D. skr aku ga bisa lepas dr buku kemana2. itu jgbyg slaku aku tularin ke anak2, supaya mereka hobi membaca. setelah itu baru berharap mereka suka menulis. aku beralih k blog juga krn aku suka menulis. writer block kdg2 pastilah terjadi. kalo udh gitu, aku banyakin lg baca nlog temen2, ato coba eksplor kuliner2 enak , kota2 yg bisa aku dtgin, supaya dpt ide buat tulisan berikutnya. agak bersyukur krn blogku sndiri ada niche traveling dan kuliner. jd kalo mampet ide, tinggal trveling lg ato kulineran :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, mantap sekali itu Mbak, membaca dan travelling memang ampuh memgatasi writer's block. Apalagi ditambah kulineran, tambah ampuh lagi Mbak:)

      Hapus
  2. Kalau saya biasanya karena terlalu lama nggak nulis, jadi sering buntu kehabisan ide & bahan tulisan. Solusinya, ya blogwalking ke temen-temen blogger. Maklum, belum punya koleksi buku banyak. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lama tidak menulis memang bisa menyebabkan writer's block Mas. Sebab, kita seperti kembali pada awal mula belajar menulis. Sehingga agak kesulitan dalam merangkai kata bila terlalu lama vakum. Blogwalking juga efektif untuk mengatasi kebuntuan saat menulis, sebab boleh jadi kita bisa dapat inspirasi dari Blogger lain. Selain itu, bisa silaturahmi dan nambah teman. :)

      Hapus

Aturan Berkomentar : Harap dibaca dan perhatikan setiap aturan dengan saksama!

1.Berkomentar sesuai topik.
2. Dilarang Spam.
3. Dilarang meninggalkan link Blog/Web
4. Jangan basa-basi seperti mantab Gan, nice info, maupun sejenisnya.
5. Usahakan berkomentar yang relevan dengan topik yang di bahas.
6. Komentar yang menyisipkan link web atau blog, termasuk kategori spam dan tidak akan di approved!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel